Fri. May 14th, 2021

Surabaya, Sonora.ID -Seusai acara Parade Seni Budaya Surabaya yang digelar di Tugu Pahlawan dan disiarkan secara digital, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini langsung keliling Surabaya untuk mengingatkan warga supaya selalu patuh protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 ini.

Bahkan, saat keliling itu Wali Kota Risma tak segan-segan melakukan speedy tes massal kepada warga yang bergerombol.

Terbukti, ketika ia melewati depan Gedung Grahadi Surabaya, ia melihat banyak anak muda bergerombol dan nongkrong di sekitar Taman Apsari atau depan Gedung Negara Grahadi.

Baca Juga: Crazy Rich Beri Bantuan ke Pemkot, Risma: Pancasila Benar-benar Terjadi di Surabaya

Awalnya, Risma mengelilingi Taman Apsari dari sisi timur ke arah selatan hingga sisi barat. Tepat di sisi barat Taman Apsari, ia pun turun dan meminta jajarannya untuk menutup setiap sisi jalan.

Setelah mengamati beberapa titik, mendadak sontak Risma melalui HT perintahkan speedy tes mendadak di space tersebut. Mobilnya pun dibuat untuk menutup jalan sisi barat. Beberapa mobil kepala dinas pun diminta untuk menutup setiap sisi jalan.

Akhirnya, setiap sisi jalan dibuntu dan anak-anak muda yang nongkrong itu tidak bisa keluar.

“Ayo Satpol dan Linmas ditutup. Jangan boleh ada yang keluar. Ayo speedy dulu,” kata Risma dengan semangat, Sabtu (19/09/2020) malam.

Baca Juga: Temui Anak Kembar Hafidz Qur’an, Risma Beri Pengobatan & Perawatan Gratis

Sontak para anak muda itu kaget dan bahkan ada yang berusaha kabur. Namun, karena setiap sisi jalan sudah ditutup dan dijaga oleh Satpol dan Linmas, akhirnya mereka tidak bisa keluar dan mereka pun hanya bisa pasrah untuk dilakukan fast tes.

Tak lama kemudian, kursi duduk untuk warga antri dan meja-meja untuk rapid tes tiba di lokasi. Bahkan, para petugas medis dengan baju hazmat lengkap tiba di lokasi.

Muda-mudi yang nongkrong itu akhirnya diminta duduk di kursi yang sudah diatur jaraknya. Ratusan anak muda itu pun antri untuk dilakukan speedy tes massal.

Baca Juga: Sasar Madiun, Khofifah Tinjau Sidang di Tempat Operasi Yustisi Protkes Covid-19 Jatim

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma mengatakan bahwa sebenarnya sasarannya malam ini bukan di Taman Apsari.

Namun karena melihat di sekitar Taman Apsari itu banyak anak muda yang nongkrong dan bergerombol, akhirnya fast tes mendadak itu digelar di tempat tersebut.

“Sebetulnya sasaranku bukan di sini, tapi setelah saya putar tadi, ternyata banyak sekali di sini. Akhirnya kita lakukan di sini,” katanya.

Baca Juga: Sasar Surabaya, Ratusan Warga Ditangkap Tim Pemburu Pelanggar Protkes Covid-19

Ia juga memastikan bahwa ratusan anak muda itu dilakukan rapid tes. Jika ditemukan ada yang reaktif, langsung dilakukan tes swab dengan mobil PCR yang telah disediakan di sisi selatan Taman Apsari. “Jadi, bagi yang reaktif, langsung kami tes swab dan akan kami bawa untuk menjalani isolasi,” katanya.

Presiden UCLG ASPAC ini juga memastikan bahwa operasi mendadak semacam itu akan terus dilakukan di Kota Surabaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Ini akan terus kami gelar demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Sementara itu, Amrullah, warga Wonocolo yang saat itu ikut speedy tes mengaku kaget ketika tiba-tiba Wali Kota Risma datang dan langsung digelar rapid tes.

Baca Juga: Hari Pertama Penerapan Perwali, Puluhan Warga Palembang Kedapatan Tak Gunakan Masker

Ia pun mengaku tidak bisa kabur karena memang semua sisi jalan sudah ditutup dan dijaga anggota Satpol dan Linmas.

“Akhirnya ya pasrah aja ikut tes. Sebenarnya ini bagus sih untuk memutus penyebaran Covid-19 ini. Saya sih mendukung karena ini memang demi kebaikan,” kata dia pasrah.

Hingga pukul 23.00 WIB, rapid tes itu masih berlangsung dan sementara ini sudah sekitar delapan orang yang hasilnya reaktif dan langsung dilakukan tes swab.

Bahkan, di lokasi masih dilakukan blokade jalan, sehingga warga atau anak muda yang mau kabur tidak akan bisa. Sedangkan bagi warga yang sudah fast tes, langsung diperkenankan pulang.

Baca Juga: Klaim Kesembuhan, 1.one hundred and one Bed Khusus Covid-19 di Surabaya Kosong