Tue. Jul 27th, 2021

HAI-ONLINE.COM – Era 90an, Amerika Serikat. Sulit sekali mencari sweater Champion. Bukan, bukan karena langka, tapi karena model ini memang laku keras pada masa itu. Di zaman keemasan tersebut, hampir semua orang mengenakan brand ini. Mulai dari anak sekolah, skateboarder, bocah punk/hardcore, hingga anak hip-hop ngefans dengan Champion.

“Nggak perlu ditaruh di rak, orang-orang beli langsung ketika toko buka box berisi produk Champion,” kata Manny Martinez, duta world Champion.

Setelah 90an, model ini seakan menghilang. Namun, Champion balik lagi jadi produk trend kece di tahun 2010-an. Namun, yang perlu kamu tau, Champion udah berdiri sejak lama lho. Produk dengan brand “C” ini udah ada dari tahun 1919.

Berdiri

Champion Tahun 1919, Feinbloom bersaudara mendirikan perusahaan yang nantinya dikenal dengan Champion. Sejak awal, produk ini udah fokus pada sports activities attire, swearshirt dan sweatpants berkualitas dengan harga terjangkau. Jelas lah, anak sekolah dan kuliah pada zaman itu suka sama Champion.

“Awalnya Champion hanya ingin membuat pakaian yang bikin atlet hangat sebelum dan sesudah latihan,” kata European Managing Director dan juru bicara Champion, Christopher Haggerty.

Champion Pertengahan 1930-an, salah satu produk andalan Champion yang sampai sekarang masih digemari lahir. Reverse Weave Sweatshirt! Produk ini awalnya dibuat agar atlet dapat mencucinya dengan mudah dan tanpa kerusakan atau penyusutan. Teknik penjahitannya pun dibuat berbeda dari produk sejenis. Ciri khas produk ini adalah brand Champion yang ada di lengan sebelah kiri.

Menjajah kultur musik dan avenue fashion, serta zaman emas NBA

Champion DI era ini, Champion mulai dikenal dengan logo “C”-nya yang kini super acquainted. Pada zaman ini juga Champion nggak hanya dikenal sebagai sportswear, karena para fashionista dan musisi mulai mengenakannya.

Mulai pada 1980-an, anak hardcore dan hip-hop sering terlihat mengenakan hoodie Champion. Selain murah, ada beberapa alasan lain mereka sering mengenakan hoodie.

Champion “Break dancer butuh pakaian yang mudah bergerak, dan hoodie adalah jawabannya,” kata pionir graffiti, Eric “Deal” Felisbret.

Namun, hal yang paling bikin Champion jadi model favorit semua orang pada ninety-an adalah saat mereka mendapat lisensi eksklusif sebagai penyedia attire untuk 27 tim NBA. Sampai sekarang pun, masih banyak yang mencari produk-produk NBA Champion 90-an.

Bangkit jadi streetwear paling hip

Champion Champion adalah salah satu brand jadul yang ngetren lagi pada masa ini. Kuncinya adalah kolaborasi dengan model-model lain. Mulai legenda streetwear (Supreme, Undefeated) streetwear baru (Vetements), hingga brand Jepang (A Bathing Ape, Monkey Time) semua diajak kolaborasi.

Alhasil, nama Champion pun dikenal remaja lagi. Toh, bisa dibilang harga Champion juga lebih terjangkau dibanding brand lain, bikin para remaja juga suka.

Chance The Rapper mengenakan Champion. “Bukannya sombong, tapi kini kami udah nggak perlu kolaborasi lagi. Ketika Kylie Jenner pake Champion, itu bukan karena kolaborasi dengan kami. Tapi karena ia mengenakan Champion. That’s the great thing about it,” papar Martinez.

Tahun depan, Champion berusia a hundred tahun dan pastinya bakal ada sesuatu spesial yang dirilis. Nabung deh, dari sekarang!

Video Pilihan
PROMOTED CONTENT