Fri. May 14th, 2021
Two mid adult women in traditional Indonesian clothes, smiling for the camera while standing outside.

Aksi mahasiswa Imala mengkritik DPRD Kabupaten Lebak pasca marah-marahnya Bupati Iti Octavia Jayabaya kepada salah satu anggota DPRD Lebak dari Fraksi PPP, Musa Weliansyah saat rapat paripurna.(Nda)Kabar6-Aksi unjuk rasa mahasiswa Ikatan Mahasiswa Lebak (Imala) berlangsung di depan kantor DPRD Kabupaten Lebak, Senin (14/9/2020). Uniknya dalam aksi tersebut, sejumlah mahasiswa mengenakan daster.

Unjuk rasa mahasiswa yang mendapat pengawalan pihak kepolisian menyikapi marah-marahnya Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya kepada anggota DPRD Lebak Fraksi PPP, Musa Weliansyah saat rapat paripurna beberapa hari lalu.

“Tidak ada sama sekali respons dari DPRD Lebak terkait marah-marahnya bupati kepada salah satu anggota dewan. Seolah DPRD ini berada di bawah ketiak eksekutif,” kata Doni Permana salah satu pengurus Imala.

Sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap sikap DPRD menyikapi marah-marahnya bupati, mahasiswa melampar daster ke halaman gedung wakil rakyat Lebak.

“Kasihin aja Pak kalau anggota DPRD Lebak enggak berani suruh pakai daster aja,” teriak mahasiswa ke salah satu petugas yang berjaga di dalam gedung.

Menurut Doni, dua periode berjalan, tak terlihat DPRD Lebak menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, terutama dalam fungsi kontrol terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Lebak yang menyentuh dengan kesejahteraan rakyat.

“DPRD Lebak hari ini lemah, tidak ada keberanian seolah fungsi kontrol tidak dilakukan. Jadi kalau eksekutif bilang A ya DPRD A saja, nurut saja,” ucap Doni.

Imala mendesak ke depan DPRD memperbaiki kinerja. Aspirasi yang disampaikan masyarakat wajib diperjuangkan di parlemen.

“Jangan seperti sekarang, apa yang jadi tuntutan masyarakat harus disuarakan dan diperjuangkan,” katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Lebak, Enden Mahyudin yang menemui mahasiswa, mengatakan, aksi mahasiswa merupakan koreksi yang bersifat konstitusi. Terkait dengan marah-marahnya Iti saat rapat paripurna, politisi PDI Perjuangan ini punya pendapat

**Baca juga: Ditinggal Ngasuh Cucu, Rumah Kakek di Pabuaran Lebak Terbakar.

“Beliau bukan marah-marah. Itu kan memang gaya dan tipikal bupati seperti itu yang harus kita pahami,” ucapnya.(Nda)