Fri. Jul 30th, 2021

Fintech agaknya menjadi salah satu lembaga keuangan yang tengah naik daun beberapa waktu belakangan ini. Apalagi jika bukan dalam menawarkan produknya kepada masyarakat. Dimana memang semakin banyak diantara masyarakat yang lebih memilih untuk mengajukan pinjaman kesini dibandingkan dengan lembaga perbankan pada umumnya. Karena memang dari segi syarat yang diberlakukan sangat mudah, ditambah lagi dengan proses pencairan dananya juga sangat cepat. Umumnya mereka memang memberikan iming-iming pinjaman kilat online

 

Tentunya banyak yang sudah tidak asing dengan hal ini. Karena memang masyarakat sendiri condong untuk memilih kemudahan guna mendapatkan pinjaman untuk kebutuhan yang sifatnya urgent. Apalagi saat kondisi ekonomi di Indonesia tidak begitu baik seperti sekarang ini. banyak terjadi krisis dimana-mana yang menyebabkan kondisi serius pada ekonomi rakyat kelas menengah ke bawah. Mereka yang kondisinya sudah terdesak mau tidak mau harus mencari alternatif pinjaman yang mudah dan cepat untuk dipilih.

 

Hendaknya sebagai debitur yang cerdas maka Anda harus selektif dalam memilih, waspadai modus pinjaman online yang merugikan semacam ini, berikut diantara ciri-cirinya, yaitu:

 

  1. Menawarkan pinjaman dengan sangat mudah, bagaimanapun lembaga keuangan atau pemberi hutang online ini hendaknya mempertimbangkan nasabah mana yang memang berprospek dan juga tidak untuk memberikan income kepada mereka. Jadi jika mereka cenderung tidak pandang bulu, artinya semua orang akan diterima sebagai debitur, maka harus berhati-hati. Karena mereka mengutamakan untuk mencari banyak nasabah terlebih dahulu agar mendapatkan keuntungan lebih dengan cara penagihan seperti apapun.
  2. Bunga tidak terbatas, bagaimanapun juga bunga ini menjadi salah satu tolak ukur dari keamanan produk pinjaman. Jika seandainya dari segi bunganya saja nilai yang harus Anda bayarkan setiap harinya terlalu tinggi, yaitu dengan nominal yang tidak terbatas. Fintech juga tidak secara transparan di dalam menyebutkan nominal suku bunga, pastinya calon debitur harus berhati-hati. Karena bisa jadi hal tersebut merugikan Anda di masa mendatang.
  3. Banyak biaya tambahan lain yang dikenakan, selain itu wajib hati-hati dengan fintech yang menerapkan banyak biaya tambahan lain, mulai dari biaya provisi, administrasi yang nominalnya begitu besar. Ditambah lagi dengan keberadaan biaya denda yang jumlahnya juga tidak masuk akal. Hal inilah yang kerap kali menyebabkan masalah dikemudian hari. Karena total hutang bisa berkali-kali lipat lebih besar dibandingkan dengan uang hutang yang diberikan oleh fintech tersebut.
  4. Meminta akses ke seluruh data ponsel Anda, mulai dari nomor kontak, kemudian juga gambar, video dan sebagainya. Hal ini bisa dijadikan sebagai syarat untuk mengancam debitur juga seandainya tidak mampu melunasi uang pinjaman tersebut.
  5. Penagihan dilakukan oleh debt collector tanpa kenal waktu dan juga etika, biasanya penagihan bahkan akan disertai dengan ancaman kekerasan fisik, pencemaran nama baik sampai dengan menyebabkan masalah fisik kepada yang ditagih tersebut. Tentunya hal yang satu ini sangat mengganggu bukan, bahkan sering kali memicu kehidupan yang menjadi tidak tenang.

 

Berhati-hatilah dengan tawaran pinjaman kilat online yang sangat merugikan tersebut. Karena sudah pasti Anda sebagai debitur yang nantinya akan dirugikan. Pinjaman online ini bisa Anda manfaatkan untuk beragam tujuan, mulai diantaranya adalah modal usaha, biaya pendidikan, membayar biaya berobat dan lain sebagainya. Bisa juga dipakai sebagai uang untuk memenuhi kebutuhan konsumtif, namun utamakan yang sifatnya produktif dulu agar tidak rugi.