Review Pakaian

two young women dressed in kebaya – vintage

Dipublikasikan 18 November 2019· Di update

Indonesia memiliki ragam budaya yang indah. (Sumber : kabarrantau.com)

Sudah tahu Baju Adat Indonesia ada apa aja? Yuk belajar dan kenali disini! Indonesia berikut segala kekayaan di dalamnya sudah tak perlu diragukan lagi. Sebutkan saja satu kata “Bali”, hampir semua orang pasti tau pulau yang disebut-sebut kepingan surga ini.

Tak cukup sampai di situ, Indonesia juga dianugerahi kekayaan seni dan budaya yang sangat beragam dari Sabang sampai Merauke. Salah satu diantaranya ialah pakaian adat setiap daerah. Berikut adalah beberapa di antaranya :

Baju Adat Indonesia Ulee Bulang (Nangroe Aceh Darussalam)
Baju adat Ulee Balang dahulu kala digunakan oleh raja beserta keluarganya. Pakaian ini terdiri dari satu paket busana untuk pria dan wanita. Untuk para pria, pakaian adatnya disebut Linta Baro, sementara wanita dinamakan Daro Baro.

Linta Baro sendiri terdiri dari atasan (Baju Meukasah), celana panjang (Siluweu), Sarung (Ijo Krong), sebilah senjata khas Aceh (Rencong) dan juga penutup kepala (Meukeutop). Karena ini sejatinya merupakan baju pemerintahan, tentu saja ada tingkatanya. Menurut sejarah, Ulee Balang ini diperkirakan sudah populer sejak kerajaan Perlak dan Samudra Pasai.

Pakaian Adat Indonesia Ulos (Sumatera Utara)
Ulos merupakan salah satu pakaian adat masyarakat Batak. Baju adat ini dianggap memiliki sisi magis yang sangat kental. Pakaian adat Indonesia dari Sumatera Utara ini sejatinya terbagi menjadi 7 bagian, dari Mandailing, Batak Toba, Nias dan Adat Karo.

Ulos sendiri biasanya terbuat dari kain khusus dengan motif khas. Kain Ulos ini menjadi ciri khas masyarakat Batak di kancah nasional. Karena daerah ini memiliki penduduk heterogen, tentu saja penerapan kain Ulos memiliki perbedaan.

Baju Adat Indonesia Bundo Kaduang (Sumatera Barat)
Sebenarnya baju adat Sumatera Barat terbagi menjadi dua macam, yaitu Bundo Kanduang dan Pakaian Penghulu. Secara kultural masyarakat Sumatera Barat sangat menjunjung tinggi peran seorang ibu.

Hal ini dapat dilihat dari kisah suku Minangkabau yang diturunkan secara turun-temurun seperti Malin Kundang. Maka dari itu salah satu nama busana khas mereka diberi nama Bundo Kanduang yang artinya ibu raja. Keunikan dari pakaian adat Sumatera Barat satu ini ialah keberadaan penutup kepala identik berbentuk menyerupai tanduk.

Pakaian Adat Indonesia Melayu Jambi (Jambi)
Pakaian adat provinsi Jambi sebenarnya tak jauh beda dengan Pulau Sumatera lainnya. Yakni sangat kental akan kebudayaan Melayu. Sedikit perbedaannya ialah baju adat Jambi tampak lebih mewah karena disulam dengan benang keemasan, serta berbagai hiasan mewah untuk kelengkapan pakaian ini.

Pakaian adat Indonesia daerah Jambi buat pria biasanya menggunakan penutup kepala berbahan beludru mewah. Kemudian di dalamnya ada kertas karton guna membuat penutup kepala ini tegak. Lalu untuk pakaiannya, ialah atasan mannequin Kurung Tanggung yang juga terbuat dari bahan beludru. Sementara untuk pakaian wanitanya hampir sama dengan pria, yaitu berupa setelan atasan model kurung dengan bahan beludru. Bagian-bagian lainnya meliputi selendang, teratai dada, pending, sabuk serta selendang.

Baju Adat Indonesia Paksian (Bangka Belitung)
Baju adat Paksian dari Bangka Belitung biasanya didominasi oleh warna merah dan hiasan keemasan. Usut punya usut, Paksian ternyata juga mendapatkan pengaruh kebudayaan China, Arab, dan Melayu. Hal ini dikarenakan karena Bangka Belitung dulunya sangat terkenal sebagai wilayah perdagangan.

Sebagaian orang juga menyebut busa kebesaran Bangka Belitung ini dengan nama Baju Seting atau Kain Cual. Kain Cual sendiri sebenarnya adalah kain songket Palembang namun memiliki motif dan hiasan berbeda. Ciri khas dari Paksian ialah adanya hiasan kepala serupa mahkota berornamen keemasan. Kemudian untuk pria, mereka memakai sorban khusus bernama Sungkon.

Pakaian Adat Indonesia Bengkulu
Provinsi Bengkulu juga memiliki busana yang didominasi warna merah serupa Bangka Belitung. Hanya saja warna merah tersebut biasanya lebih menyala dan disertai aksesoris keemasan. Ada pula ornamen bulat-bulat pipih pada bagian atasan. Sehingga semakin menambah nilai kecantikan setelan ini.

Untuk pakaian pria terdiri dari sarung, jas, celana panjang, alas kaki, keris dan penutup kepala. sementara untuk wanitanya kurang lebih juga memiliki kesamaan dengan pakaian etnis Melayu pada umumnya. Sebagai setelan atasan, biasanya digunakan atasan model kurung lengan panjang berbahan kain beludru. Kemudian dipadukan bersama kain songket sebagai bawahan.

Baju Adat Indonesia Betawi (DKI Jakarta)
Baju adat Betawi atau DKI Jakarta banyak dipengaruhi oleh kebudayaan asli masyarakat Jakarta dan beberapa negara lain seperti China, Melayu, Arab dan Barat. Disamping itu, pakaian adat khas betawi ada banyak sekali macamnya, tergantung kapan akan digunakan.

Umumnya, pria betawi memakai setelan jas dan celana panjang kemudian dililiti kain songket ditambah penutup kepala khas betawi. Kemudian ada ornamen keemasan di sekitar dada seperti kalung yang ditalikan ke salah satu kancing baju bagian batas. Sementara untuk perempuan betawi, mereka mengenakan kebaya dengan bawahan kain, serta penutup kepala berupa kerudung. Meskipun sederhana, baju khas betawi sangat bersahaja serta cantik dipandang mata.

Pakaian Adat Indonesia Pesa’an (Madura)
Pesa’an merupakan baju adat Madura. Unsur kesederhanaan dari setelan ini terasa sangat kental lengkap dengan nilai filosofis tinggi. Simbol dalam Pesa’an ialah penggambaran kekuatan suku Madura.

Untuk wanita setelannya biasa terdiri atas kebaya warna merah dan batik bercorak merah putih. Sementara para prianya, mereka mengenakan pakaian serba hitam beserta atasan yang terdiri dari kemeja dan kaos berwarna merah putih. Kemudian sebagai pelengkapnya ada pula tambahan berupa udeng khas Madura.

Baju Adat Indonesia Bali
Baju Adat Indonesia daerah Bali terbilang cukup unik bila dilihat berdasarkan cara pemakaiannya. Ada aturan tertentu yang tertuang dalam hukum adat tentang cara pemakaian tersebut. Hal ini termasuk ornamen, simbolik, jenis kelamin, strata, juga kapan digunakan. Bahkan, standing sosial seseorang pun bisa diketahui dari busananya.

Secara garis besar, pakaian pria Bali biasanya terdiri atas udeng (ikat kepala), kampuh (saput), umpai (selendang pengikat). Kemudian untuk wanita, terdiri atas senteng, kamen, bulang pasang, sanggul serta bunga.