Salahkah Memakai Baju Couple?

Kita sebagai makhluk sosial pasti mempunyai orang-orang yang disayangi. Orang-orang tersebut bisa keluarga, sahabat, teman dekat, bahkan pacar bagi yang punya. Banyak sekali cara untuk mengapresiasikan rasa sayang terhadap orang-orang tersebut. Ada yang dilakukan secara diam-diam atau ada juga yang dilakukan secara terus terang, seperti memberi bunga, ucapan lewat kata-kata, ada juga yang hanya diungkapkan dalam do’a (sepertinya yang terakhir ini cara menyayangi yang paling tulus dan secret ya hehehe). Tidak menutup kemungkinan juga kita mengapresiasikan rasa sayang kita dengan memiliki barang-barang kembar, contohnya saja yaitu kemeja. Hal ini secara tidak langsung memiliki arti “orang yang memiliki kemeja couple pasti memiliki hubungan dekat.

“Alay banget sih kemana-mana memakai barang yang sama!”. Mungkin komentar seperti itu sering kita dengarkan ketika kita melihat orang-orang yang memakai barang-barang kembar atau couple. Tapi perlu diingat, kita tidak hanya bisa memakai kemeja couple bersama pacar atau gebetan kita. Kita juga bisa memakai kemeja couple bersama orang tua atau anak kita. Lalu, kalau kita memakai kemeja couple dengan ibu, pantaskah dibilang alay? Kembali lagi seperti yang sudah dijelaskan, setiap orang memiliki caranya sendiri dalam mengapresiasikan rasa sayangnya. Tidak semua hal yang disamakan jatuhnya menjadi sesuatu yang “alay”. Jika kita dapat mengaplikasikannya dengan benar dan sesuai dengan kondisi dan keadaan, semua akan terlihat normal-normal saja.

Dan untuk remaja yang sedang dimabuk asmara, nampaknya menjadi suatu kewajiban mempunyai barang couple. Sering kali kita lihat di jalan, mall, bahkan mungkin di kampus, sepasang sejoli memakai baju couple. Banyak mannequin baju couple yang bisa kita temui, mulai dari coraknya yang sama, warnanya yang sama, atau bahkan terdapat kata-kata yang menunjukkan bahwa orang yang sedang bersama kita adalah pasangan kita. “He’s mine” atau “She’s mine” contohnya. Dan kalau kita pergi ke kondangan, pasti ada saja pasangan yang memakai baju yang sama. Namun pada acara ini, lebih kepada kemeja couple daripada kaos couple, karena disesuaikan dengan keadaan yang ada. Masa iya ke kondangan paka kaos yang tulisannya “He’s mine” atau “She’s mine”? Mungkin kita akan dianggap saltum alias salah kostum.

Untuk acara-acara formal lainnya memang sebaiknya memakai kemeja disbanding menggunakan kaos dan semacamnya. Akan ada banyak motif dan jenis kemeja yang bisa kita gunakan bersama orang yang kita sayang. Mulai dari kemeja kotak-kotak, kemeja polos, atau bahkan kemeja bercorak batik. Ini semua tergantung dengan selera kita masing-masing. Mau couple bareng ayah, ibu, kakak, adik, pacar, atau siapa saja sebelumnya mending dirundingkan terlebih dahulu ya, supaya nanti sesuai dengan selera dan keinginan kita. Lebih tepatnya sih supaya tidak ada perdebatan semacam “Kok kemejanya seperti ini sih?” “Aku gak suka kemejanya, terlalu kaku”. Tentunya kita tidak mau kan kemeja yang telah kita beli tidak terpakai? Mending Cuma satu, nah ini lebih dari satu karena kemejanya couple.

Tidak ada salahnya memiliki barang kembar atau couple. Semua sah-sah saja. Terlepas dari komentar orang lain, semua kembali bagaimana cara kita mengaplikasikannya sesuai dengan kondisi yang ada. Dan punya barang couple tidak selamanya harus dengan pasangan, yang jomblo aman kok masih ada saudara atau sahabat untuk dipakai bersama berdua.