Tue. Jul 27th, 2021

Jakarta – Masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur yang menyebar di pulau-pulau kecil ternyata memiliki bermacam-macam jenis suku serta kebudayaannya loh guys, termasuk pakaian adatnya.

Baru-baru ini, pakaian adat Sabu menjadi perhatian publik setelah dikenakan Presiden Joko Widodo saat memberikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI, Jumat pagi (14/eight/2020).

Namun, Urbanreaders perlu tahu bahwa pakaian adat Sabu yang diketahui berasal dari NTT, tidak hanya pakaian adat Sabu.

Ternyata ada beberapa jenis pakaian adat lainnya yang bisa kita temukan di salah satu pulau terdepan di ujung selatan Indonesia ini.

Nah, berikut beberapa penjelasan yang telah Urbanasia rangkum dari berbagai sumber tentang pakaian adat yang ada di Nusa Tenggara Timur.

1. Baju Adat Suku Rote

Sumber: Pakaian adat Rote. (infobudaya,internet)

Menjadi salah satu jenis pakaian adat yang berasal dari Kepulauan Rote, baju adat Suku Rote ini menjadi salah pakaian yang cukup terkenal di seluruh Indonesia.

Pakaian adat Suku Rote ini cukup terkenal karena keunikan pakaiannya serta nilai sejarah yang terdapat dalam pakaian adat ini, guys.

Keunikan pakaian adat yang menggunakan kain tenun ini terlihat dari bentuk Ti’i langga atau sebutan untuk topi dalam pakaian adat tersebut.

Ti’i langga sendiri dibuat dari bahan daun lontar kering yang dibentuk melebar dengan tambahan ornamen antena berbentuk cula/jambul setinggi 40 hingga 60 cm yang menambah keunikan pakaian adat tersebut.

Ti’i langga sendiri memiliki makna sebagai simbol percaya diri serta kewibawaan jika dipakai oleh laki-laki dari suku Rote.

2. Pakaian Adat Suku Helong

Sumber: Pakaian adat Helong. (infobudaya.internet)

Pakaian adat suku Helong yang berasal dari pulau Timau dan pulau Semau, NTT ini tidak lepas dari penggunakan kain tenun sebagai bahan pakaian adat.

Pakaian adat suku Helong ini sendiri terdiri dari dua jenis pakaian yakni pakaian khusus laki-laki dan pakaian khusus perempuan.

Untuk laki-laki, pakaian adat Helong ini dibentuk berupa selimut besar yang diikatkan pada bagian pinggang sebagai bawahan. Kemudian untuk atasan, pakaian adat Helong menggunakan baju bodo atau kemeja serta ornamen tambahan berupa ikat kepala (destar), habas serta kalung.

Sedangkan untuk perempuan, pakaian adat Helong terdiri dari kemben, kebaya serta perhiasan kepala berbentuk bulan sabit. Kemudian ornamen tambahan lainnya berupa ikat pinggang emas, sarung, giwang (kerabu) serta kalung berbentuk bulan.

3. Baju Adat Suku Dawan

Sumber: Pakaian adat Dawan. (infobudaya.internet)

Baju adat suku Dawan atau yang dikenal dengan baju amarasi ini cukup unik dibandingkan pakaian adat lainnya karena terdiri dari aksesoris yang cukup banyak.

Pakaian adat milik suku Dawan ini terdiri dari selimut kain tenun yang diselempangkan pada laki-laki dengan atasan kemeja (baju bodo).

Selain itu, beberapa aksesoris yang melengkapi pakaian adat suku Dawan ini berupa kalung, ikat kepala dengan hiasan mutiara, gelang timor dan muti salak.

Sedangkan untuk perempuan, pakaian adat suku Dawan terdiri dari sarung tenun, selendang serta kebaya sebagai pakaian adatnya.

Lalu ornamen aksesoris lainnya terdiri dari hiasan kalung muti salak, hiasan kepala berbentuk tusuk konde dengan tiga buah koin, sisir emas dan sepasang gelang kepala ular.