Fri. Jul 30th, 2021

Setrika arang jadi salah satu buruan penggemar barang antik. Salah satu tempat yang menjualnya di Galeri Industri Kreatif Kota Lama Semarang. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID – Setrika arang dulu menjadi kebutuhan primer ibu rumah tangga. Fungsinya untuk merapikan baju agar tidak kusut. Kini barang ini hanya jadi pajangan di rumah-rumah mewah dan kolektor barang antik.

Setrika arang yang sudah langka itu, masih berderet di kios penjual barang antik di Galeri Industri Kreatif di Kota Lama Semarang. Dari kejauhan, sudah tampak beratnya jika dijinjing.

Setrika ini rata-rata terbuat dari kuningan. Beratnya ada yang 25 kg, 20 kg, 10 kg, bahkan yang paling ringan saja 3 kg. Bisa dibayangkan, beratnya masyarakat zaman dulu untuk bisa memiliki baju rapi. Harus menyetrika dengan tenaga ekstra.

Selain itu, orang zaman dulu harus memiliki banyak setrika, jika ingin baju satu lemari rapi semua. Sebab, antara baju yang tebal dan tipis membutuhkan jenis setrika yang beda-beda. “Hebatnya orang zaman dulu, kalau mau menyetrika disesuaikan dengan kebutuhan. Jadi mereka tak hanya memiliki satu setrika, tapi berbagai jenis berat setrika,” kata Ketua Galeri Industri Kreatif Kota Lama Ahmad Arifin.

Awal mula bentuk setrika seperti alat pres. Kedua sisi atas dan bawah merupakan permukaan yang panas. Kemudian sekitar 1700, mannequin setrika arang mulai digunakan. Tahun 1700, bangsa Tiongkok mulai menggunakan setrika gosok. Itu jadi awal mula bentuk setrika sekarang. “Dulu bentuknya mangkok baja dengan alas datar kemudian diberi tangkai kayu, jadi baranya di atas mangkok,” ujar Arifin kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Setelah itu bentuk setrika mengalami perubahan menjadi lebih sederhana. Model setrika tersebut memiliki nama Sadiron. Berbentuk seperti setrika saat ini namun terbuat dari bahan besi baja. “Kalau sadiron bentuknya sudah seperti setrika sekarang tapi tidak pakai bara lagi. Jadi tinggal dipanaskan di tungku atau perapian. Kalau sudah panas baru bisa dipakai,” jelas pemilik Pino Art Galeri ini.

Di kalangan kolektor, kini harga jual setrika arang beragam. Mulai dari harga Rp 200.000 hingga jutaan rupiah.

Penggunaan setrika arang sebagai bahan koleksi pun juga beragam. Memiliki bentuk yang cukup unik, setrika arang ini dimodifikasi sebagai memento dan pajangan. Misalnya dengan menambahkan lapisan emas, corak warna ataupun dibentuk variasi ukuran dari yang paling kecil, sedang, hingga besar.

Variasi bentuk yang berbeda dari masa ke masa membuat setrika arang banyak diminati kolektor barang antik. Mengoleksi setrika arang ini sebagai bukti sejarah perkembangan dari mannequin setrika dari masa ke masa. Hal ini dikarenakan setrika arang sudah tidak diproduksi lagi sejak hadirnya setrika listrik yang sekarang. (mg1/mg3/ton/bas)